Rabu, 23 Maret 2011

Yang Perlu Diperhatikan Saat Berdiet


    Mungkin kita pernah mendengar keluhan teman yang merasa sudah melakukan diet mati-matian, tetapi berat badan tak kunjung turun. Atau bahkan kita pernah mengalaminya sendiri? Segala macam cara dilakukan, mulai dengan obat pelangsing, menghindari makanan manis, tetapi tetap saja gagal. Mungkin hal itu terjadi bukan karena kurangnya motivasi, tetapi mungkin saja tanpa disadari ada beberapa kesalahan dalam kebiasaan kita. Sebelum jatuh ke dalam lubang yang sama, ada baiknya jika kita mengetahui beberapa hal yang bisa menghindarkan kita dari beberapa kesalahan yang paling umum terjadi ketika sedang berdiet, seperti yang dipaparkan oleh Pangkalan Ide dalam bukunya Seri Diet Korektif: Diet Atkins.

1.  Jangan lupa sarapan
Sarapan adalah kebiasaan yang harus dilakukan jika kita berniat untuk berdiet. Ketika kita tidak sarapan, otomatis tubuh kita akan memerlukan lebih banyak makan sepanjang hari. Sejumlah studi menunjukkan, kebanyakan orang sukses mempertahankan berat badan hanya dengan membiasakan sarapan setiap hari. Setelah berpuasa sepanjang malam, sarapan akan membantu memulihkan energi yang hilang selama tidur. Menurut The American Institute for Cancer Research, membiasakan sarapan akan meningkatkan metabolisme atau laju pembakaran kalori. Tubuh semakin berenergi dan berat badan lebih terkendali.  Tinggal bagaimana mengatur menu sarapan. Misalnya 2 tangkup roti gandum diolesi selai kacang dan ditambah dengan pisang 1 buah sudah cukup untuk mengisi perut di pagi hari. Jika memilih makanan yang sehat, pilih makanan yang lambat dicerna, seperti buah dan kacang-kacangan, sehingga kita dapat mengendalikan rasa lapar hingga siang. Pastikan sarapan itu berefek bagi tubuh, bukan semata mengenyangkan saja.

2. Jangan ikuti kata hati
Dengan penuh semangat, kita menambah 2-3 cup es krim yang sangat lezat. Ketika teman kita mengingatkan program diet yang sedang kita jalani, jawaban jitu yang keluar dari mulut kita: “ Ini kan es krim rendah lemak !!”. Dengan tenangnya kita membiarkan diri kita terbuai oleh makanan rendah kalori dan mengkonsumsi lebih banyak tanpa kita sadari. Tak dapat disangkal banyak orang berpikir bahwa dengan makan makanan rendah kalori maka diperbolehkan untuk makan dengan porsi banyak. Padahal ternyata setelah dihitung-hitung, makan 1 cup es krim biasa kandungan kalorinya lebih rendah jika dibanding 3 cup es krim rendah lemak. Makanan rendah lemak belum tentu rendah kalori.
    Untuk cara mengatasinya, ketika kita menyantap makanan rendah kalori yang biasanya kurang begitu lezat, makanlah dengan cara seakan-akan melahap makanan lezat dengan kalori tinggi. Dengan cara ini kita akan mendapat keuntungan dari jumlah kalori dan lemak yang lebih rendah.

3.  Jangan abaikan manajemen pengaturan berat badan
Sebelum kita pergi ke pesta, sempatkan makan di rumah dan tentunya makanan yang sehat. Tindakan ini  akan mengekang nafsu makan berlebihan selama pesta berlangsung.

4. Jangan timbang terus menerus
Pukul 07.00 menimbang berat badan, tetapi tidak ada perubahan dari hari kemarin. Pukul 12.00 kembali menimbang, sayangnya jarum timbangan pun tidak bergerak turun. Pukul 15.00, baru saja makan sepotong kue, kita bergegas menuju timbangan untuk memastikan berat tidak bertambah. Dan ternyata berat badan bertambah 1 kg dibanding berat tadi pagi. Karena kesal, kita tidak peduli lagi dengan menu diet yang telah disusun dan memulai memanjakan diri dengan satu kantung keripik kentang. Sadarkah kita bahwa dengan ketergantungan akan timbangan, kita akan menghadapi kenyataan bahwa berat badan kita bisa berfluktuasi dalam sehari saja. Berat badan juga akan berfluktuasi ketika dalam siklus menstruasi. Dan jika kita sedang giat-giatanya beolahraga, pembentukan otot juga dapat meningkatkan berat badan. Ingat, otot lebih besar dari lemak.
Jadi, apabila kita menimbang sendiri di rumah, batasi hanya satu kali seminggu dan usahakan untuk selalu melakukannya pada jam yang sama.

5. Jangan kurangi kalori secara drastis
Agar nampak cantik dengan gaun yang pas di badan pada saat kencan pertama di malam minggu nanti, maka kita megurangi berat badan secara kilat dengan melewati beberapa kali makan. Sayangnya, tindakan yang tidak sehat ini akan menghasilkan efek yang sebaliknya, yaitu justru meningkatkan berat badan. Apabila kita mengurangi jumlah makanan yang begitu drastis, kita akan kelaparan dan bukan membakar lemak untuk energi, melainkan jaringan tak berlemak. Ketika secepatnya kita makan lagi, tubuh akan menyimpan lebih banyak lemak. Atasi dengan menargetkan untuk makan tiga kali sehari. Setiap waktu makan, ingatkan diri kita bahwa makanan tersebut sesungguhnya membantu meningkatkan metabolisme.

6. Batasi minuman tinggi kalori
Cobalah mengisi lambung dengan segelas air putih sebelum meminum soft drink. Kita akan merasa lebih cepat kenyang dan minum lebih sedikit. Atau mengganti kebiasaan buruk tersebut dengan minuman yang sehat seperti air putih atau teh hijau.

7.  Jangan berharap berat turun secepat kilat
Berharap terlalu banyak akan kehilangan berat badan dengan cepat adalah kesalahan fatal dalam berdiet. Apabila kita memutuskan terus berdiet, jumlah penurunan berat badan yang ideal adalah ½ kg setiap minggunya. Tetapi kebanyakan orang berharap lebih banyak sehingga mereka akan merasa gagal dan menyerah ketika tidak dapat mencapai target yang tidak realistis tersebut.

8.  Jangan membuat target yang tidak masuk akal
Walaupun kita berusaha sebaik mungkin untuk menurunkan berat sebanyak 2 atau 2,5 kg dalam seminggu, ini mungkin merupakan hal yang mustahil. Kita tidak mungkin mendapatkan sesuatu secara instan. Kita harus melakukan diet secara teratur dan sehat untuk mendapatkan hasil terbaik. Yang terbaik adalah melakukan diet dengan target penurunan secara bertahap sebanyak 0,2-1 kg seminggu. Penelitian menunjukkan bahwa jika berhasil menurnkan berat secara bertahap, hasilnya juga akan bertahan lama. Janganlah terlalu berharap mendapatkan hasil yang cepat. Jadikanlah ucapan “Biar lambat asal selamat” sebagai motto kita mulai sekarang.

9. Makan sedikit di malam hari
Mengkonsumsi terlalu banyak makanan pada malam hari dan malam-malam berikutnya menyebabkan kenaikan berat badan yang tadinya sementara menjadi permanen. Penelitian membuktikan, mereka yang melewati sarapan dan makan siang dan porsi makan malamnya menjadi lebih besar, memiliki metabolisme yang lebih rendah. Apabila kita merasa lapar atau memenuhi undangan, pilih buah, sayuran dan makanan lain yang rendah kalori. Tubuh kita memerlukan kalori saat aktif, bukan malam hari saat irama tubuh menurun.

10. Perbanyak minum air putih
Selain untuk mencegah terjadinya dehidrasi yang dapat menyebabkan kelelahan, pusing kepala dan ketidakmampuan untuk berpikir jernih, banyak minum air putih dapat mencegah kita untuk makan dalam porsi besar. Meskipun air sering dianggap menyebabkan perut kembung, minum lebih banyak air justru akan ‘membilas’ natrium dari tubuh dan mengurangi perut kembung. Sangat dianjurkan untuk minum lebih dari 8 gelas air putih sehari.

11. Jangan abaikan asupan garam
Meskipun mungkin memiliki reputasi yang buruk, garam juga berperan penting dalam mengatur cairan tubuh dan tekanan darah, transmisi saraf, fungsi otot dan penyerapan nutrisi penting. Sayangnya, kelebihan garam sedikit saja dapat menyebabkan perut kembung. Saat kita mengkonsumsi makanan tinggi garam, tubuh akan merespon dengan menahan air. Ini dapat menyebabkan edema (retensi air di tubuh) dan mungkin kenaikan tekanan darah. Hindari konsumsi garam lebih dari 2400 mg atau sekitar satu sendok teh perhari. Jumlah tersebut dapat menutupi kebutuhan tubuh akan mineral, walaupun aktivitas kita tinggi.

     Apakah kita pernah melakukan salah satu kesalahan yang merusak diet seperti tersebut diatas? Mulai sekarang sematkan di kepala kita agar jangan terulang kembali.

The only way to keep your health is to eat what you don't want, drink what you don't like, and do what you'd rather not. -Mark Twain-


-Fara Silvia-






Tidak ada komentar:

Posting Komentar