Kamis, 24 Maret 2011

Jangan Tunda Berolahraga

Jika kita tidak melibatkan olahraga sebagai bagian dari hidup kita sekarang ini, kemungkinan di masa depan kita tidak bisa menikmati banyak hal. Berjalan-jalan di mal, pergi bertamasya bersama keluarga atau bahkan hanya melempar bola ketika bermain bersama cucu. Badan lemah, mudah lelah, tulang juga sering terasa linu dan sakit. Aktivitas fisik yang dilakukan di masa muda  sangat menentukan kehidupan kita di masa tua. Menyedihkan bukan jika kita hanya bisa duduk bersandar di kursi sedangkan anak dan cucu kita bermain, tertawa dan berlari dengan riang di depan halaman rumah? Kita hanya menyisakan waktu hidup tanpa bisa menikmatinya. Sebelum terlambat, mari rubah pola pikir kita menuju kebahagiaan di kemudian hari dengan meningkatkan aktivitas fisik mulai dari sekarang. Jika kita meningkatkan fisik dengan berolahraga, akan menambah beberapa tahun kehidupan yang kita nikmati dengan kemudaan fisik.
Ada 3 jenis dasar aktivitas fisik  yang membuat kita lebih muda, yaitu latihan stamina (aerobik dan latihan kardiovaskular), latihan kekuatan (latihan beban atau ketahanan) dan aktivitas fisik sehari-hari. Michael F. Rozen, M.D dan Dan John La Puma, M.D dalam bukunya yang berjudul The RealAge Diet mengungkapkan bahwa pasien mereka lebih sukses mempertahankan latihannya jika diawali dengan aktivitas umum (seperti berjalan kaki) dan kemudian ditambah dengan latihan kekuatan. Yang pada akhirnya ditambahkan latihan stamina, seperti lari atau jalan cepat, berenang atau jalan di kolam renang, atau bersepeda.
            Olahraga merendahkan tekanan darah, meningkatkan fleksibilitas dari dinding arteri, mengontrol stress dan membantu mencegah pembekuan darah. Semuanya mengurangi penuaan arterial, sehingga mengurangi resiko serangan jantung, stroke, kehilangan memori, impotensi bahkan keriput di kulit. Studi menunjukan bahwa olahraga mengontrol level kolesterol darah. Saat kita berolahraga, jumlah LDL berkurang dan kolesterol sehat (HDL) meningkat.
Orang yang secara fisik lebih fit cenderung mempunyai sistem kekebalan tubuh lebih muda. Olahraga berefek pada sistem imunitas sehingga tubuh lebih tahan terhadap serangan penyakit. Olahraga bisa membantu pencegahan kanker prostat, usus besar dan payudara. Hubungan jelasnya belum dketahui, akan tetapi tingkat penderita kanker prostat pada pria yang berolahraga teratur lebih rendah daripada yang tidak. Tingkat penderita kanker usus besar 65% lebih rendah pada orang yang tetap aktif. Penurunan kanker payudara juga terjadi pada wanita yang berolahraga teratur, meskipun perlu lebih banyak penelitian sebelum menyatakan hubungan pasti antara olahraga dan kanker payudara.
Gaya hidup tak aktif mempercepat penuaan rangka dan otot kita. Efek yang paling bisa diprediksi adalah meningkatnya kandungan kalsium di tulang, menguatkan dan lebih tahan retak. Meskipun banyak orang percaya bahwa osteoporosis terjadi hanya pada wanita, akan tetapi penyakit yang ditandai dengan melemahnya tulang ini juga menjadi ancaman bagi pria. Kita bisa memperkuat otot dan tulang dengan melakukan aktivitas yang memaksa otot untuk memaksa beban dan semakin kuat. Studi menunjukkan bahwa atlet yang mempunyai massa tubuh yang sangat rendah (contohnya pelari marathon) lebih tinggi resikonya mengalami osteoporosis dibanding mereka yang dilatih kurang intensif.
Sebagian besar orang menikmati manfaat lain dari olah raga teratur, yaitu mood yang membaik, meningkatnya produktivitas dan rasa percaya diri. Bukan rahasia lagi jika aktivitas fisik meningkatkan kesehatan emosional, mengurangi stress, dan meringankan depresi. Penelitian percaya bahwa penyebabnya adalah beta endorphin dan serotonin, yang secara alami mengurangi nyeri dan depresi.
Sesibuk apapun kita, luangkan waktu untuk berolahraga. Buatlah jadwal tersendiri untuk berolahraga seperti kita mencatat jadwal meeting dengan client di agenda kita. Mengetahui begitu pentingnya untuk kehidupan sekarang dan masa depan, masihkah kita terus menunda untuk berolah raga?

Those who think they have no time for bodily exercise will sooner or later have to find time for illness.  ~Edward Stanley

-Fara Silvia-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar