Rabu, 23 Maret 2011

LEMAK = MUSUH ???

Banyak dari para pelaku diet menganggap lemak sebagai musuh utama. Dengan tegas, lemak dihapuskan dari daftar menu diet mereka. Padahal sebenarnya lemak adalah satu-satunya unsur makanan yang tidak merangsang hormon insulin. Dan hormon insulin adalah hormon nomor satu yang menciptakan lemak, terutama di sekitar pinggang.
Sejak muncul gaya berpikir bebas-lemak, angka obesitas terus meningkat. Mengingat lemak merupakan bahan bakar yang lebih disukai untuk bertahan hidup, maka tubuh tidak mungkin membakarnya jka seseorang membatasi asupan lemak mereka. Makanan tanpa lemak umumnya tinggi karbohidrat (gula), yang artinya mengonsumsi makanan ini menyebabkan kadar insulin naik.
Untuk mengatasi hal tersebut, pendekatan yang dilakukan adalah dengan memperhatikan masalah metabolisme. Triknya adalah mengubah tubuh kita dari metabolisme pembakaran gula menjadi metabolisme pembakaran lemak. Cara untuk melakukannya adalah dengan menyingkirkan gula. Tubuh mendapatkan gula dari karbohidrat. Semua karbohidrat dipecah menjadi gula. Untuk mensukseskan program diet kita adalah dengan menghapuskan jenis karbohidrat tertentu yang menghasilkan gula paling banyak dan/atau yang merangsang produksi hormon insulin secara berlebihan.
Tubuh membutuhkan waktu 3 hari, dari sejak kita berhenti mengonsumsi gula dan karbohidrat tertentu, untuk membakar lemak. Waktu tersebut diperlukan tubuh untuk megeluarkan gula atau glikogen dari jaringan otot. Begitu kehilangan glikogen, sumber energi secara umum, otot pun tidak punya pilihan: mereka harus mulai membakar lemak. Setelah itu, semua yang kita bakar adalah lemak. Bahkan selagi tidur, tubuh kita sedang membakar lemak. Diperlukan 3500 kalori untuk menyingkirkan 0,5 kg lemak, tetapi dengan cara tersebut, kita membakar lemak secara konstan. Kebanyakan orang yang mengunakan pendekatan jenis ini bergantung pada berapa banyak berat badan dan seberapa aktif mereka, bisa membakar dari 7000 hingga 10.000 kalori per minggu. Jadi, lemak yang hilang diharapkan sebesar 1-1,5 kg per minggu atau 3,5-5,5 kg per bulan.
Mengurangi karbohidrat merupakan premis dasar di balik banyak metode penurunan berat badan, seperti Atkins, South Beach Diet, Sugar Busters, Zone, Protein Power, Carbohydrate Addict’s Diet, Mayo Clinic Diet, Grapefruit Diet, Stillman Diet. Gaya berpikir rendah lemak dengan cepat berubah menjadi gaya berpikir rendah karbohidrat.
Konsep diet rendah karbohidrat bukan hal baru. Konsep ini sudah ada lebih dari 150 tahun. Ada beberapa program rendah karbohidrat yang sukses pada 1800-an, meskipun program- program tersebut segera menghilang. Gagasan tersebut kemudian dihidupkan kembali pada 1970-an oleh Stillman dan Atkins. Sekarang banyak penganjur rendah karbohidrat dalam segala bentuk.
Agar tubuh membakar lemak, kita harus memberi tubuh makan dan minum. Persyaratan yang harus dilakukan adalah kita tidak boleh melewatkan waktu makan. (pagi, siang, malam). Tubuh memerlukan bahan bakar selama 24 jam sehari. Jantung kita berdetak, kita bernafas dan ada ribuan reaksi kima yang terjadi sepanjang waktu. Bila kita melewatkan waktu sarapan, berarti kita tidak mempunyai bahan bakar untuk 15 jam. Untuk merespon hal ini, tubuh akan menyimpan lemak untuk 24 jam berikutnya. Maka sekalipun kita tidak lapar pada pagi hari, tindakan yang paling bijaksana adalah tetap makan.
Kebutuhan yang lain adalah air. Lima puluh persen tubuh kita adalah air. Kita tidak bisa membakar lemak tanpa air. Minumlah lebih banyak air.

-Fara Silvia-
Source: Michael E. Platt, M.D., The Miracle of Bio-identical Hormones

Tidak ada komentar:

Posting Komentar