Layaknya konsep Yin dan Yang sebagai filosofi keseimbangan di segala unsur dalam kehidupan ini, pun tak terkecuali dengan energi. Keseimbangan energi pada diri kita direfleksikan sebagai kondisi tubuh kita saat ini.
Sebelum memulai program diet kita, yang benar-benar harus diperhatikan adalah prinsip keseimbangan kalori (satuan dari energi/tenaga),yang dirumuskan sebagai berikut:
KALORI MASUK = KALORI KELUAR
Dapat ditafsirkan bahwa jumlah kalori yang masuk/ dikonsumsi harus sama dengan jumlah kalori yang keluar/ digunakan oleh tubuh. Kalori yang masuk berasal dari makanan yang kita konsumsi. Untuk 1 gram karbohidrat yang kita makan mengandung 4 kalori, 1 gram protein mengandung 4 kalori dan 1 gram lemak yang kita konsumsi memiliki energi sebesar 9 kalori. Vitamin, mineral dan air tidak mengandung kalori.
Kalori di dalam tubuh digunakan untuk kelangsungan hidup kita. Kalori diantaranya diperlukan tubuh sebagai bahan bakar berlangsungnya proses metabolisme basal, yaitu suatu kebutuhan energi untuk mempertahankan kehidupan atau mendukung proses dasar kehidupan, seperti: mempertahankan temperatur tubuh, pergerakan jantung, pembuatan sel darah merah, filtrasi ginjal dan lain sebagainya. Selain itu kalori pun diperlukan untuk melakukan aktivitas fisik seperti bekerja, berjalan, berlari, dll.
Jika kalori yang kita masukkan ke dalam tubuh kita sama dengan kalori yang kita pakai sehari-hari, maka tubuh kita akan berada dalam keadaan seimbang. Akan tetapi jika kalori yang kita konsumsi lebih banyak daripada kegiatan atau aktivitas kita, maka kelebihan kalori tersebut perlahan-lahan akan disimpan dalam tubuh dalam bentuk lemak. Begitu pula sebaliknya, jika kalori yang kita masukkan lebih sedikit dari kebutuhan, maka kita akan kehilangan berat badan.
Umumnya, para pelaku diet hanya berfokus pada pengurangan kalori. Banyak dari mereka memangkas konsumsi kalori secara berlebihan. Alhasil, tubuh menjadi lemah, mudah sakit, kelaparan, bahkan kekurangan gizi. Untuk menghindari penebangan kalori secara liar, kita harus pintar-pintar memilih menu makan sehat dengan kalori tidak berlebih dan memperbanyak olahraga. Memperbanyak kegiatan dan berolahraga akan jauh lebih baik daripada mengurangi konsumsi kalori terlalu banyak. Bila hanya berkutat pada pengurangan kalori, berat yang hilang dari tubuh umumnya adalah air dan protein otot. Dan ketika suatu saat ada undangan pernikahan kerabat kita, tanpa disadari kita akan meyantap semua makanan yang tersedia. Akhirnya, berat badan kita akan kembali seperti semula dengan suka cita, atau bahkan lebih.
Diet yang sehat akan membantu tubuh kita memproduksi energi yang besar dan bertahan lama. Sebagai contoh jika kita mengkonsumsi nasi merah, tenaga kita akan lebih kuat dan bertahan lama jika dibanding dengan memakan nasi putih. Nasi merah pun mengandung karbohidrat yang memiliki indeks glikemik lebih rendah dibanding nasi putih, sehingga peluang untuk disimpan menjadi lemak akan lebih kecil. Begitu pula dengan konsumsi sayuran. Kandungan serat yang tinggi pada sayuran akan mempertahankan rasa kenyang kita, sehingga tidak mudah tergoda untuk ngemil. Selain itu, kalori dalam sayuran relatif rendah.
Idealnya, jika ingin menurunkan berat badan dengan mengatur pola makan, asupan harus dianalisis terlebih dahulu. Makanan yang dikonsumsi sehari-hari dihitung kandungan kalorinya, meskipun hanya kisaran. Kita bisa mencari informasi besarnya kalori suatu makanan dari buku atau internet. Seperti yang saya alami, awalnya memang memusingkan, tapi dengan berjalannya waktu justru akan mengasyikkan. Setiap membeli makanan atau minuman si supermarket, biasakan untuk membaca label nutrisi dibalik kemasan. Dengan begitu kita mengetahui jumlah kalori dan kandungan yang ada di dalam makanan-minuman tersebut.
by: Fara Silvia
by: Fara Silvia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar